LAPORAN PENERAPAN E-LIBRARY DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT “Untuk Pengembangan Penyediaan Dan Pelayanan Informasi” DISUSUN OLEH SAPARDI PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT TAHUN 2017 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini, perkembangan teknologi informasi sungguh sangat cepat. Untuk itu Kita dituntut untuk mengimbangi serta mengikuti perkembangangan teknologi informasi tersebut. Ini adalah untuk menghilangkan rasa kecanggungan untuk menggunakannya. Keuntungan dari perkembangan teknologi ini adalah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif. Dari berkembangnya Teknologi Informasi yang ada, maka muncullah Perpustakaan digital yang dianggap sebagai suatu perkembangan teknologi informasi dalam cakupan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Perpustakaan digital (e-library) ini dapat diartikan sebagai sebuah perpustakaan yang informasinya disajikan dalam bentuk elektronik. Dalam artian informasinya disajikan dalam bentuk E-Book. Pengaksesan dari E-Library ini bisa dijalankan dengan menggunakan HP dan Komputer. Akan tetapi yang identic banyak digunakan di perpustakaan ialah Computer. E–Library didefinisikan sebagai penerapan IT pada perpustakaan yang bertujuan untuk membuat proses kerja dalam perpustakaan menjadi lebih sederhana, lebih akurat. Untuk melakukan aktivitas E-Library di perpustakaan, Pustakawan universitas muhammadiyah sumatera barat memberikan password bagi setiap pengguna yang menggunakan E-Library. Penggunaan password pada beberapa E-library di Perpustakaan universitas muhammadiyah sumatera barat adalah untuk menjaga keamanan dari ini informasi yang didigitalkan. 1.2 Tujuan Penerapan Laporan Tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk mengevaluasi manfaat, hambatan, dan strategi dalam implementasi E–Library di di Perpustakaan universitas muhammadiyah sumatera barat. 1.3 Pentingnya Perpustakaan Digital Di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Beberapa hal yang menjadi factor tentang perlunya dilakukan digitalisasi di Perpustakaan universitas muhammadiyah sumatera barat yaitu : Semakin banyaknya peluang karena seiring dengan perkembangan teknologi informasi perpustakaan menjadi murah dan mudah diimplementasikan. Dalam menghadapi tuntutan manysrakat berbasis dalam pengetahuan terhadap informasi mendatang di masa depan teknologi informasi menjadi keharusan dalam diterapkan di Indonesia. Perpustakaan adalah lembaga edukatif, informative, preservative dan rekreatif bagi masyarakat luas, dan dalam rangka mencerdaskan masyarakat maka perlunya dikembangan Perpustakaan Digital. Dengan perpustakaan digital informasi juga akan semakin mudah dipeliharan dan dikembangkan. 1.4 Proses Dalam Perpustakaan Digital Proses digitalisasi terdapat tiga tahapan utama dalam Perpustakaan Digital menurut (Suryandari, 2007) sebagai berikut: 1.5 Komponen- Komponen Perpustakaan Digital Didalam perpustakaan digital harus terdapat beberapa komponen agar Perpustakaan Digital tersebut dapat berjalan semestinya, Admin Melayani pendaftaran anggota, dan pengolahan koleksi untuk menjadi digital. Informasi/Koleksi. Pengguna 1.6 Keunggulan Perpustakaan Digital Kebutuhan pengguna adalah hal utama bagi seorang pustakawan. Menyikapi hal ini berbagai bentuk upaya dan strategi yang dilakukan, salah satunya adalah penerapan Perpustakaan Digital. Pendigitalan koleksi sungguh sengat besar sekali keuntungannya di perpustakaan, diantaranya yaitu : 1. Pendigitalan lebih murah dari pada harus membeli buku ataupun dokumen baru. 2. Pendigitalan mudah mencegah tindakan duplikasi ataupun plagiat, ini karena disamping menggunakan format PDF juga masih di olah lagi dengan system, ditambah lagi dengan password pada setiap dokumen tang didigitalkan BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pelaksanaan E-Library Di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Perkembangan teknologi yang begitu pesat tidak hanya memberi dampak kepada dunia perangkat elektronik saja namun juga merambah ke dunia perpustakaan sehingga dikenal istilah perpustakaan digital atau e-library yang merupakan sebuah perpustakaan yang memberikan proses layanan dan mengelola data-datanya menggunakan teknologi yang ada. Secara garis besar, perpustakaan digital menandakan bahwa umumnya koleksi yang dimiliki berupa data digital dan disertai dengan teknlogi atau fitur-fitur tertentu yang akan memudahkan pengunjung perpustakaan untuk mencari data-data yang ia butuhkan. Sejauh ini, perpustakaan digital telah berkembang dengan pesat, namun dalam penerapanya khusus institusi kesehatan tidak seberapa yang telah menjalankan. Salah satu yang telah menjalankan adalah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penerapan perpustakaan digital di akper aisyiyah padang menggunakan system flipbookmaker, sebelum diolah disistem ini terlebih dahulu data diseting dalam bentuk pdf. Setelah itu baru diseting kedalam bentuk flipbookmaker. 2.2 Penyajian E-Library Pada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Daftar judul Elibrary pada perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dapat diakses di website perpustakaan, akan tetapi untuk penyajian isi hanya bisa diakses di computer perpustakaan. Inipun dengan icon password. Ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 2.3 Koleksi E-Library Pada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Bahan Ajar Dosen/Modul Pembelajaran Modul Praktek Laporan Akhir Praktek Laporan Studi Kasus/Skripsi 2.4 Permasalahan Rak, Lemari Panjangan dan Juga Selama Pendigitalan Koleksi Di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Selama penyususnan buku di rak dan pembenahan ruangan, tidak berjalan sesuai dengan akuratnya, dan juga selama pendigitalan koleksi, masalah yang dialami di Pustakawan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adalah : Rak buku dan lemari pajangan Di perpustakaan niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat hanya memeliki beberapa rak, dan juga lemari panjangan tidak ada, sehingga buku/koleksi yang ada di perpustakaan tidak tersusun dengan rapi, ini di karenakan, bahwa rak atau lemari koleksi tidak memadai, makanya koleksi yang di susun dengan padat sekali, sehingga dapat merusak fisik buku. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat hanya memiliki tiga komputer, namun computer yang layak di pakai hanya satu computer, sedangkan petugas perpustakaan dua orang selain dari kepala perpustakaan. Hanya itulah yang membuat kerja pustakawan lalai. Maka akibatnya pelaksanaan pendigitalan tidak menjadi efektif. Hal inilah yang harus disikapi oleh unsur pimpinan. 2.5 Perancangan dan Implementasi Pengembangan sebuah perpustakaan dari bentuk konvensional ke bentuk digitalisasi memerlukan biaya yang tidak sedikit karena untuk mendigitalisasi sebuah dokumen dari bentuk cetak ke bentuk digital diperlukan beberapa tahap yaitu sebagai berikut : proses scanning yaitu merubah dari bentuk cetak kedalam bentuk digital, kemudian ada juga proses editing, yaitu mengedit data yang telah diubah dalam bentuk digital untuk kemudian siap disajikan kepada para pengguna. Didalam proses editing ini juga diberikan keamanan sehingga tidak dapat dirubah oleh pengguna. Kesemuanya ini juga memerlukan tenaga yang memadai. Sekarang Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat hanya memiliki tiga orang tenaga, namun yang memahami sedikit program perpustakaan hanya dua orang. Sehingga dalam pendigitalan tenaga mengalami kualahan. Sebab semua pekrjaan yang ada di perpustakaan hanya dikerjakan oleh dua orang. Akibatnya tidak seberapa koleksi yang sudah didigitalkan. Pendigitalan yang sudah terlaksana di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adalah Dkokumen-dokumen yang berhubungan perpustakaan, KTI, Jurnal mahasiswa, Studi Kasus, dan dll. Penyajianya hanya pada dua buah computer. Hendaknya diperlukan dua buah computer lagi demi kemasimalan dalam penyajian 2.6 Kelebihan dan Kekurangan Perpustakaan Digital Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Digilib Perpustakaan niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat ini sangat menarik karena pengolahanya yang didesain sedemikian dan diberikan icon password demi keamanan dari data Untuk masalah kecepatan pengaksesan judul, sudah sangat baik karena difalitasi dengan alat penelusuran (OPAC) yaitu melalui website Perpustakaan niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Meskipun mudah diakses, user tidak dapat mengakses full dari isi karena informasi dari OPAC hanya berbentuk deskripsi buku. Seperti judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, kota terbit dll. Pengaksesan judul koleksi digital di website Perpustakaan niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat Terkadang mengalami kesulitan karena ada masalah dengan jaringannya. Sehingga menyebabkan pengguna merasa tidak nyaman karena apa yang dicari tidak dapat ditemukan. Dokumen yang ada masih sedikit Minat mahasiswa yang kurang dalam pemakaian aplikasi system otomasi dan juga kurangnya melakukan sosialisasi dan promosi dalam pemanfaatan system otomasi dan digitalisasi perpustakaan. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan: Pemanfaatan teknologi sangat membantu dalam pengimplementasian E-Library di perpustakaan niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penerapan E-Library di perpustakaan niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat belum mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaannya, karena keterbatasana tenaga. Penerapan E-Library di perpustakaan niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat terus berkembang. Padang, Januari 2017 Pustakawan Perpustakaan Sapardi

Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog