LAPORAN DAN PROGRAM KERJA PUSTAKAWAN UNIVERSITASMUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Disusun Oleh : SAPARDI, SIP PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT TAHUN 20117/2018 KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh, Alhamdulillahirabbil alamin, dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pengelola Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dapat menyelesaikan Laporan dan Penyusunan Rencana Kerja Perpustakaan tahun 2017-2018. Laporan Program Kerja Perpustakaan disusun adalah untuk memaparkan tujuan pengelolaan perpustakaan, ini sesuai dengan salah satu tujuan umum perpustakaan yaitu menyediakan bahan pustaka untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam proses belajar mengajar. Perpustakaan adalah sumber tempat pengembangan kemampuan berpikir intelektual yang mandiri dan berwawasan global untuk membentuk sikap kreatif, inovatif, dan mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, baik dalam kegiatan intrakulikuler maupun kegiatan ekstrakulikuler. Oleh karena itu sangat penting sekali sebuah perpustakaan perguruan tinggi mendapatkan perhatian dari pihak pengelola, ini untuk mewujudkan sebuah perpustakaan ideal. Guna meningkatkan mutu pendidikan serta pemanfaatan sarana penunjang yang terdapat dalam perpustakaan. Maka laporan dan penyusunan rencana kerja kami buat seefisien dan sesederhana mungkin, jika terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini maka kami mengharapkan saran yang dapat membantu dan menambah wawasan kami dalam pengelolaan manajemen perpustakaan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Padang, Januari 2017 Pustakawan Perpustakaan UMSB Sapardi BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perpustakaan berkembang pesat dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan perkembangan pola kehidupan masyarakat, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi. Perkembangan tersebut juga membawa dampak kepada "pengelompokkan" perpustakaan berdasarkan pola-pola kehidupan, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi. Istilah-istilah perpustakaan semakin meluas namun cenderung mempunyai sebuah spesifikasi tertentu. Dilihat dari perkembangan teknologi informasinya perpustakaan berkembang dari perpustakaan tradisional, semi-tradisional, elektronik, digital hingga perpustakaan "virtual". Kemudian dilihat dari pola kehidupan masyarakat berkembang mulai perpustakaan desa, perpustakaan masjid, perpustakaan pribadi, perpustakaan keliling, dan sebagainya. Kemudian juga dilihat dari perkembangan kebutuhan dan pengetahuan sekarang ini banyak bermunculan istilah perpustakaan diantaranya : perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan anak-anak, perpustakaan sekolah, perpustakaan akademik (perguruan tinggi), perpustakaan perusahaan, dan lain sebagainya. Pengertian perpustakaanpun berkembang dari waktu ke waktu. Pada abad ke-19 perpustakaan didefinisikan sebagai " suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Kemudian ALA (The American Library Association) menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian " pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan ". Sedangkan menurut Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa " perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Secara umum perpustakaan adalah sebuah bangunan yang berisi kumpulan koleksi buku dan koleksi penunjang yang didalamnya terdapat berbagai macam kategori ilmu yang dikelola untuk membantu pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkanya (Sulistyo Basuki, 1993). Melihat dari pengertian ini dapat disimpulkan begitu besarnya peran sebuah perpustakaan. Mengingat akan hal itu penting sekali sebuah perpustakaan apalagi perpustakaan perguruan tinggi melakukan suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat dan cepat sehingga fungsi perpustakaan benar-benar terwujud. Namun masalahnya sekarang adalah tidak sedikit perpustakaan yang pengelolaannya masih kurang profesional. Kalaupun sudah baik, bagaimana perpustakaan mampu memenuhi kebutuhan penggunanya akan berbagai pengetahuan dan informasi secara mudah dan cepat di era globalisasi ini. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi managemen perpustakaan (SIM Perpus) dengan memanfaatkan komputer dan jaringan internet. Akan tetapi disini SIM Perpus yang digunakan adalah rakitan. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat tidak menggunakan aplikasi gratis yang bisa di download secara gratis seperti : SLIM. Ini karena sistem ini seringkali mengalami gangguan. Untuk itulah pihak pengelola Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat melakukan terobosan membuat aplikasi rakitan ini. Aplikasi ini dirancang sejak tahun 2014 sampai dengan sekarang. Namun aplikasi ini selalu dalam pemeliharaan dan pengembangan. Hal ini bertujuan untuk membantu pengguna perpustakaan dan pengelola perpustakaan dalam melayangkan informasi yang terdapat di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Melihat begitu pentingnya keberadaan perpustakaan ini, maka sudah selayaknya ia mendapatkan porsi dan posisi yang strategis guna merealisasikan visi dan misi perguruan tinggi. Semua pihak yang terkaid apakah itu karyawan, dosen pimpinan ataupun pengelola harus memberikan perhatian lebih akan eksistensi perpustakaan dan tidak menganggap perpustakaan sebagai tempat menyimpan barang-barang bekas atau sebuah tempat untuk bermain-main. Dari berbagai sudut pemikiran diatas, Pengelola Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat berupaya melakukan terobosan dan revitalisasi peran dan fungsi perpustakaan. Ini untuk mendukung program dan visi-misi perguruan tinggi khususnya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Berbagai program dan terobosan yang direncanakan, diharapkan dapat memberi ruang yang lebih besar agar Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat menjadi sebagai center of knowledge (pusat ilmu pengetahuan). B. VISI, MISI DAN TUJUAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Visi, Misi dan Tujuan Menjadi pusat layanan sumber pembelajaran dan riset berbasis teknologi informasi Menyediakan informasi ilmiah guna mendukung proses belajar dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat Menyediakan akses informasi secara cepat, tepat dan efektif tanpa batas ruang dan waktu Meningkatkan kerjasama jaringan informasi antar perpustakaan Unggul dalam bidang IPTEK Perpustakaan Mendukung fungsi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan memilih, mengadakan, memproses dan menjadikan bahan pustaka tersedia relevan dengan kebutuhan pengguna Menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna dalam penelusuran informasi Perpustakaan dalam bentuk penelusuran OPAC Mengupayakan manajemen dan struktur organisasi yang tepat untuk mencapai tujuan dan sasaran Perpustakaan Menciptakan dan memeliharan komunikasi dua arah yang efektif baik di dalam maupun di luar Perpustakaan. Mengevaluasi perkembangan proses rencana strategi Perpustakaan. C. LANDASAN PROGAM KEGIATAN Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 55 menyebutkan bahwa salah satu syarat untuk menyelenggarakan Perguruan Tinggi harus memiliki Perpustakaan. Keberadaan Perpustakaan Perguruan Tinggi (PPT) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bersama-sama dengan unit lain adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara menghimpun, memilih, mengolah, merawat serta melayani sumber informasi kepada lembaga induk khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya. Selain itu Keberadaan perpustakaan perguruan tinggi telah diatur dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 24, bahwa: Setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan. Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki koleksi, baik jumlah judul maupun jumlah eksemplarnya, yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, Setiap perguruan tinggi mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna memenuhi standar nasional pendidikan dan standar nasional perpustakaan. Dalam Penyelenggaraanya, perpustakaan perguruan tinggi dipandang sangat strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi. Peran perpustakaan sebagai pelayanan informasi sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Secara umum peran perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan pelayanan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya. Ini erat hubungannya dengan tujuan utamanya membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya dan melaksanakn Tri Dharma Perguruan tinggi dengan cara memilih, menghimpun, mengolah, merawat serta melayankan sumber informasi kepada lembaga induknya pada khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya. E. FUNGSI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Pada dasarnya Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat selalu melayani pengguna (mahasiswa) selama menjalankan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Agar ini semua terlaksana, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat harus menjalankan fungsinya dengan baik. Adapun fungsi Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adalah : Fungsi Edukasi, ini merupakan fungsi dimana perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Fungsi Informasi, disini Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi. Fungsi Riset, dalam hal ini Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat mempersembahkan bahan-bahan yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu Pendidikan, kehutanan, ekonomian, dan kesehatan dan MIPA Fungsi Rekreasi, Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat baca dan daya inovasi pengguna perpustakaan. Fungsi Publikasi Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni sivitas akademika dan staf non-akademik. Fungsi Deposit Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya. F. RUANG LINGKUP Untuk memperjelas program pengembangan perpustakaan perguruan tinggi khususnya Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, adapun ruang lingkup dari perpustakaan ini adalah : 1. Administrasi 2. Pengadaan Sarana / Prasarana 3. Operasional 4. Laporan. G. SUMBER DANA Untuk mengembangkan perpustakaan perlu adanya sumber dana. Adapun sumber dana untuk pengembangan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adalah : Dari Mahasiswa Dalam Bentuk Administrasi Bebas Pustaka Dan Perpanjangan Kartu Peminjaman Anggaran Belanja Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang dikeluarkan sekali dalam setahun. Ini dalam bentuk buku baru Yayasan (Badan Pengelola Harian/BPH Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat H. PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Rencana kerja perpustakaan perguruan tinggi yang tertuang dalam program kerja perpustakaan secara umum akan mengacu pada tugas pokok perpustakaan perguruan tinggi didasari oleh kepentingan bersama untuk menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. 1. Program jangka Pendek Menyediakan dan menghimpun bahan pustaka, informasi, sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan oleh pihak akademik Menyediakan dan melengkapi fasilitas perpustakaan sesuai kebutuhan; Mengolah dan mengorganisasikan bahan pustaka dengan system tertentu sehingga memudahkan penggunaannya; Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik; Meningkatkan minat baca mahasiswa, dosen dan staf Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pegguna layanan perpustakaan; Memelihara bahan pustaka agar tahan lama dan tidak cepat rusak. Menerbitkan kartu perpustakaan bagi mahasiswa, dosen dan staf Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat padang dan mahasiswa luar yang bergabung dengan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Menerbitkan berbagai administrasi perpustakaan (kartu buku, kantong, lebeling, catalog OPAC, katalog buku, dll; Inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi bahan pustaka; Entry data koleksi-koleksi yang terdapat di perpustakaan dengan menggunakan system otomasi perpustakaan Pelayanan peminjaman buku perpustakaan; Penerbitan Surat Tandan Bebas Perpustakaan (STBP) bagi mahasiswayang mau diwisuda. 2. Program Jangka Panjang Menerapkan system statistik pengunjung digital Menerapkan E-Library untuk semua koleksi Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat mulai dari koleksi sirkulasi, referensi, terbitan berseri, dan koleksi titipan yang terdapat di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Terciptanya ruangan perpustakaan yang memadai, kondusif dan menyenangkan. BAB II PENGORGANISASIAN A. STRUKTUR ORGANISASI Stuktur Organisasi Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Pembantu WR I : Pak Hariadi Staf. Perpustakaan : Sapardi Pelayanan Pengolahan Pemeliharaan Pengadaan B. TUGAS MASING-MASING BAGIAN DALAM SISTEM PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT I. PD IDirektur Perguruan Tinggi Bertugas dan bertanggungjawab utama segala penyelenggaraan kegiatan dibidang perpustakaan sekolah. Membina dan membimbing pengembangan organisasi perpustakaan perguruan tinggi II. KEPALA BAGIAN PERPUSTAKAAN : Bertugas dan bertanggungjawab tentang penyelenggaraan dan pengelolaan seluruh unit perpustakaan perguruan tinggi. Mengorganisir dan mengkoordinir tata kerja dan tata hubungan seluruh staf perpustakaan perguruan tinggi. Menetapkan kebijakan intern yang khusus dalam bidangnya. Pembuatan program / perencanaan tahunan. Merancang program kerja, rencana pengembangan dan melaksanakan semua bentuk program kerja dan rancangan pengembangan yang terdapat di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Membuat laporan dsb. III. BAGIAN TEKNIS & ADMINISTRASI Bertugas melakukan penseleksian dan pengadaan bahan pustaka dan pengolahannya : Menginventaris Koleksi dan Sarana Perpustakaan Mengklasifikasi Koleksi Perpustakaan Menginput data pada otomasi perpustakaan guna untuk penampilan diberanda OPAC Penyelesaian Fisik Koleksi Penyusunan koleksi Perencanaan dana dan penggunaannya. IV. BAGIAN PELAYANAN Pelayanan Sirkulasi Peminjaman dan pengembalian bahan pustaka Pelayanan Referensi Memberikan layanan berupa rujukan kepada pengguna perpustakaan. Layanan Bantuan Memberikan pendidikan pemakai bagi setiap mahasiswa yang baru menjadi anggota perpustakaan. BAB III MANAJEMEN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Konsep Dasar Manajemen Perpustakaan Manajemen dalam perpustakaan perguruan tinggi bukan sekedar kegiatan menempatkan buku-buku di rak, akan tetapi lebih dari itu, sangat kompleks, berkelanjutan, dan selalu berubah. Jadi manajemen merupakan sebuah proses yang memfokuskan pada memperhatikan kegiatan dari hari ke hari, menghadapi permasalahan isi dan integrasi dengan tujuan-tujuan perguruan tinggi. Kegiatan manajemen adalah kegiatan yang mencerminkan adanya sebuah sistem, terkait dan terdiri dari beberapa aspek atau factor untuk mendukungnya. Beberapa faktor yang dapat ditemui dalam sebuah proses manajemen perpustakaan diantaranya adalah: Kebijakan dan prosedur Manajemen Koleksi Pendanaan dan Pengadaan Manajemen Fasilitas Sumber Daya Manusia Perencanaan Bagi pengelola perpustakaan kegiatan manajemen merupakan bagian atau peran serta dalam pendidikan di perguruan tinggi. Secara efektif perpustakaan harus mampu mendukung kurikulum dan program-program perguruan tinggi. Untuk mewujudkan manajemen perpustakaan yang baik, maka pengelola perpustakaan perlu: Mengembangkan kemampuan professional. Memperhatikan kemampuan yang diperlukan dan prosedur yang dibutuhkan untuk dapat mengelola perpustakaan secara efektif – dari perpustakaan yang sekedar bertahan hidup menjadi perpustakaan yang benar-benar berjalan secara baik. Mengembangkan kebijakan Perpustakaan Memperlihatkan keterkaitan antara sumber-sumber informasi dan tujuan dan prioritas perguruan tinggi, serta program perpustakaan. Menunjukkan peran pengelola perpustakaan melalui rencana manajemen. C. Faktor-faktor Manajemen Perpustakaan perguruan tinggi 1. Prosedur dan Kebijakan Prosedur merupakan 'CARA' atau 'BAGAIMANA' kegiatan dan aksi-aksi akan dapat mengimplementasikan sebuah rencana spesifik atau menjalankan sebuah kebijakan. Kebijakan sendiri mengarah pada 'MENGAPA' atau "APA' prinsip-prinsip dari organisasi (perguruan tinggi/perpustakaan). Kadang kala sebuah kebijakan terhadap perpustakaan perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh kondisi kebijakan di lingkungannya, baik dari Perguruan tinggi atau pemilik dari perguruan tinggi atau mungkin Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS). Sebagai pengelola perpustakaan (pustakawan), maka kita perlu secara jelas memahami bagaimana mengelola perpustakaan secara efektif, dimana kebijakan perguruan tinggi, yayasan dan badan pemerintah (KOPERTIS) dan kebijakan lainnya harus dijalankan, dan prosedur harus dapat merefleksikan kebutuhan-kebutuhan perguruan tinggi itu sendiri. Kebijakan disini termasuk didalamnya pendanaan, pengelola, dukungan untuk pustakawan dan factor-faktor lain yang berhubungan. Hal-hal yang perlu dilakukan pustakawan atau pengelola kaitannya dengan prosedur dan kebijakan adalah: Melihat kembali sumber-sumber yang dimiliki dan mendefinisikannya sesuai kebutuhan dan perkembangan kebijakan perguruan tinggi. Melihat, memperhatikan dan memperbaharui prosedur-prosedur lokalSirkulasi, dan lain-lain sebagainya Memperhatikan kebijakan-kebijakan baru dari institusi yang menyangkut tentang perpustakaan. Perpustaakaan juga perlu melakukan perencanaan strategis dalam menentukan prosedur dan kebijakan dari perpustakaan itu sendiri, caranya: Mulailah dari sebuah visi, Kemudian lakukan 'assessment ' kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi Terakhir, buat sebuah kebijakan dan prosedur untuk berbagai macam wilayah manajemen dimana kita bertanggungjawab di dalamnya. 2. Manajemen Koleksi Manajemen koleksi merupakan area kunci dari tangungjawab seorang pustakawan. Koleksi sendiri dapat didefiniskan sebagai sebuah bahan pustaka atau sejenisnya yang dikumpulkan, dikelola, dan diolah dengan criteria tertentu. Pengelolaan koleksi yang baik akan menentukan sukses tidaknya sebuah program perpustakaan perguruan tinggi. Karena tanpa dikelola dengan baik, maka koleksi akan tetap menjadi kumpulan atau tumpukan buku yang tidak bermakna. Salah satu karakteristik dari sebuah koleksi perpustakaan perguruan tinggi adalah beragamnya jenis sumber atau bahan pustaka tergantung pada kebutuhan pengajar, ukuran atau jumlah koleksi, bagaimana cara mengaksesnya dan keterbaruan. Banyak hal sebetulnya yang dapat dilakukan untuk mengelola koleksi, mulai dari pengadaan, pengolahan teknis (seperti inventarisasi, klasifikasi, pelabelan, penempatan, pemilihan), dan memang tentunya itu membutuhkan perhatian yang serius dari pustakawan. Dalam manajemen koleksi sebetulnya jumlah bukan suatu hal yang menjadi sangat prinsip, akan tetapi lebih penting bagaimana koleksi itu dapat dimanfaatkan dengan baik atau tidak. Beberapa hal yang masuk dalam manajemen koleksi diantaranya adalah: Pemetaan koleksi dan kurikulum Seleksi: Kebijakan dan Prosedur Kegiatan Katalogisasi Pemilahan / Weeding Rencana Pengembangan Koleksi 3. Pendanaan dan Pengadaan Pendanaan adalah masalah yang sering menjadi 'momok' bagi sebagian pengelola perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaannya. Untuk itu masalah pendanaan ini harus direncanakan sedini mungkin. Melalui sebuah 'assesment' terhadap koleksi dan tujuan pengembangan program-program, sebuah rencana pendanaan dapat dilakukan dan dikeluarkan dalam sebuah dokumen perencanaan bagi perpustakaan perguruan tinggi. Sebuah rencana pendanaan akan membantu kita dalam meyakinkan pimpinan perguruan tinggi atau pemilik perguruan tinggi untuk menyetujui dan juga sebagai bukti akuntabilitas dari program-program perpustakaan. Rencana pendanaan harus menjadi bagian 'integral' dari pendanaan rutin perguruan tinggi. Langkah selanjutnya apabila sudah disetujui, maka tugas dari pengelola perpustakaan untuk merancang dan mengawal penggunaan dana yang sudah diajukan. Hal ini sudah dilakukan di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, akan tetapi jumlah dalam pendanaan ini yang hendaknya perlu di tingkatkan demi terpenuhnya kebutuhan para pengguna Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. 4. Fasilitas Fasilitas perpustakaan menjadi sisi lain yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan perpustakaan. Seringkali yang terjadi masalah perpustakaan adalah masalah 'ketiadaan' atau 'ketidakberdayaan' fasilitas. Mulai dari ketiadaan tempat, ketiadaan koleksi, ketiadaan sarana pendukung, dan sarana prasarana lainnya. Biasanya tiap level perguruan tinggi mempunyai karakteristik masing-masing dalam perencanan fasilitas. Namun yang penting dalam pengelolaan fasilitas harus diperhatikan 3 hal yakni: Nyaman (Comfort) Terbuka (Welcome) Kemudahan bagi pengguna (User-friendly) Ketika merancang sebuah fasilitas untuk perpustakaan perguruan tinggi, setidaknya ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi: Tata letak harus dapat menunjukkan bahwa perpustakaan dapat difungsikan dengan baik. Akses ke bahan pustaka ruang, dan informasi harus mudah bagi semua pengguna. Harus diperhatikan masalah arus 'lalu-lintas' pengguna, keselamatan dan keamanan. Ruangan sedapat mungkin mengakomodir kebutuhan pengguna, juga tentunya untuk keperluan penyimpanan dan pengolahan. Hal inilah yang masih dalam kajian pihak pengambil kebijakan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat). Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat hendaknya mempunyai satu ruangan khusus referensi. Hal inilah yang masih belum ada di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Juga ada hal-hal lain seperti Komputer Penelusuran, rak majalah, lemari buku dan hal-hal yang yang diperlukan di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat 5. Manajemen SDM Faktor lain yang penting dalam pengelolaan perpustakaan adalah masalah sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Kita sering menemui bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan perpustakaan 'hanya' menjadi kerjaan 'sampingan' sehingga tidak dikelola secara baik. Bahkan dalam beberapa kasus ketiadaan SDM ini membuat perguruan tinggi sama sekali tidak memperdulikan adanya perpustakaan sebagai bagian integral dari sistem pendidikannya. SDM atau staf pengelola perpustakaan merupakan kunci utama dalam kesuksesan sebuah perpustakaan. Inovasi dan ide-ide kreatifnya akan membawa perpustakaan menjadi perpustakaan yang berdayaguna dan juga nyaman digunakan oleh para penggunanya. Untuk itu, pengelolaan perpustakaan memang membutuhkan guru atau pengelola yang cukup tahu masalah manajemen, mempunyai ide-ide segar dan bekerja secara professional di perpustakaan. 6. Perencanaan Perencanaan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah manajemen perpustakaan. Dalam hal ini Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat selalu berjalan dengan perencanaan, apakah itu tertulis mapun tidak. Hal ini karena perencanaan menentukan sejauh mana perpustakaan perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik dan mendukung proses pembelajaran yang inovatif di perguruan tinggi. BAB IV PENUTUP Dalam manajemen perpustakaan sebetulnya ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesannya. Akan tetapi hal yang paling penting sebetulnya adalah sejauh mana pengelola dapat mensinergikan program-program perpustakaan dengan visi-misi perguruan tinggi serta kebutuhan kurikulum yang diterapkan. Proses manajemen perpustakaan adalah sebuah proses kreatif dan inovatif yang mestinya menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. Akhir kata penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan laporan dan program kerja perpustakaan ini oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan. Terima Kasih Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh LAPORAN DAN PROGRAM KERJA PUSTAKAWAN UNIVERSITASMUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Disusun Oleh : SAPARDI, SIP PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT TAHUN 20117/2018 KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh, Alhamdulillahirabbil alamin, dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pengelola Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dapat menyelesaikan Laporan dan Penyusunan Rencana Kerja Perpustakaan tahun 2017-2018. Laporan Program Kerja Perpustakaan disusun adalah untuk memaparkan tujuan pengelolaan perpustakaan, ini sesuai dengan salah satu tujuan umum perpustakaan yaitu menyediakan bahan pustaka untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam proses belajar mengajar. Perpustakaan adalah sumber tempat pengembangan kemampuan berpikir intelektual yang mandiri dan berwawasan global untuk membentuk sikap kreatif, inovatif, dan mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, baik dalam kegiatan intrakulikuler maupun kegiatan ekstrakulikuler. Oleh karena itu sangat penting sekali sebuah perpustakaan perguruan tinggi mendapatkan perhatian dari pihak pengelola, ini untuk mewujudkan sebuah perpustakaan ideal. Guna meningkatkan mutu pendidikan serta pemanfaatan sarana penunjang yang terdapat dalam perpustakaan. Maka laporan dan penyusunan rencana kerja kami buat seefisien dan sesederhana mungkin, jika terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini maka kami mengharapkan saran yang dapat membantu dan menambah wawasan kami dalam pengelolaan manajemen perpustakaan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Padang, Januari 2017 Pustakawan Perpustakaan UMSB Sapardi BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perpustakaan berkembang pesat dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan perkembangan pola kehidupan masyarakat, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi. Perkembangan tersebut juga membawa dampak kepada "pengelompokkan" perpustakaan berdasarkan pola-pola kehidupan, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi. Istilah-istilah perpustakaan semakin meluas namun cenderung mempunyai sebuah spesifikasi tertentu. Dilihat dari perkembangan teknologi informasinya perpustakaan berkembang dari perpustakaan tradisional, semi-tradisional, elektronik, digital hingga perpustakaan "virtual". Kemudian dilihat dari pola kehidupan masyarakat berkembang mulai perpustakaan desa, perpustakaan masjid, perpustakaan pribadi, perpustakaan keliling, dan sebagainya. Kemudian juga dilihat dari perkembangan kebutuhan dan pengetahuan sekarang ini banyak bermunculan istilah perpustakaan diantaranya : perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan anak-anak, perpustakaan sekolah, perpustakaan akademik (perguruan tinggi), perpustakaan perusahaan, dan lain sebagainya. Pengertian perpustakaanpun berkembang dari waktu ke waktu. Pada abad ke-19 perpustakaan didefinisikan sebagai " suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Kemudian ALA (The American Library Association) menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian " pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan ". Sedangkan menurut Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa " perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Secara umum perpustakaan adalah sebuah bangunan yang berisi kumpulan koleksi buku dan koleksi penunjang yang didalamnya terdapat berbagai macam kategori ilmu yang dikelola untuk membantu pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkanya (Sulistyo Basuki, 1993). Melihat dari pengertian ini dapat disimpulkan begitu besarnya peran sebuah perpustakaan. Mengingat akan hal itu penting sekali sebuah perpustakaan apalagi perpustakaan perguruan tinggi melakukan suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat dan cepat sehingga fungsi perpustakaan benar-benar terwujud. Namun masalahnya sekarang adalah tidak sedikit perpustakaan yang pengelolaannya masih kurang profesional. Kalaupun sudah baik, bagaimana perpustakaan mampu memenuhi kebutuhan penggunanya akan berbagai pengetahuan dan informasi secara mudah dan cepat di era globalisasi ini. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi managemen perpustakaan (SIM Perpus) dengan memanfaatkan komputer dan jaringan internet. Akan tetapi disini SIM Perpus yang digunakan adalah rakitan. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat tidak menggunakan aplikasi gratis yang bisa di download secara gratis seperti : SLIM. Ini karena sistem ini seringkali mengalami gangguan. Untuk itulah pihak pengelola Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat melakukan terobosan membuat aplikasi rakitan ini. Aplikasi ini dirancang sejak tahun 2014 sampai dengan sekarang. Namun aplikasi ini se

Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog